RAKYAT PAPUA MENOLAK TEGAS PEMEKARAN PROVINSI DI TANAH PAPUA DAN PAPUA BARAT.

SEBELUM DIMEKARKAN RAKYAT PAPUA SUDAH MELIHAT APA PENTINGNYA BAGI ORANG PAPUA SETELAH PEMEKARAN PROVINSI DI TANAH PAPUA NANTI NYA!


Dengan demikian kami sudah melihat sejak otonomi khusus berjalan di tanah Papua dari tahun 2001-2020, sebetulnya di kasih otonomi khusus masyarakat harus sejahtera, namun, pada kenyataannya begitu Otsus di kasih setelah itu penoropan militer di seluruh tanah Papua, akhir dari penoropan militer itu juga konflik di seluruh tanah Papua dan rakyat Papua ketidak nyamanan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari, dan masalah pelanggaran berat HAM terus terjadi sampai di saat ini.!!
Setelah Otsus berakhir dari tahun 2020 mahasiswa bersama rakyat Papua terus bersuara untuk tolak dan tdk boleh dilanjutkan namun kebijakan negara begitu disahkan itupun tanpa  melibatkan orang asli Papua (OAP) dalam pembahasan otonomi khusus.

Apakah masalah pelanggaran berat HAM di tanah Papua ini di abaikan begitu saja?

Lalu sekarang mau dimekarkan 3 provinsi di tanah Papua, apakah PEMEKARAN ini aspirasi dari masyarakat Papua?

Sejak Otsus berjalan dari tahun 2001-2022
Populasi penduduk orang asli Papua sudah merun dulunya 8 juta jiwa sekian-sekian namun, sejak Otsus berjalan populasi penduduk OAP sdh merun 2 juta jiwa sekian-sekian, lalu begitu melihat populasi penduduk orang asli Papua (OAP) dan sekarang mau dimekarkan daerah otonomi baru ( DOB), yang menjadi pertanyaan besar di sini bahwa: 
DOB ini untuk siapa ? 

Adapun bukti penolakan pemekaran 3 provinsi di tanah Papua dan Papua barat.
                Jayapura:08-03-2022

Penulis: street local
Holandia: 10-03-2022